IKA UNJ di Bawah Sugeng Suparwoto Usung Tiga Arah Pengabdian Alumni
JAKARTA, — Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) Sugeng Suparwoto menegaskan arah program kerja organisasi yang dipimpinnya akan berfokus pada tiga pilar utama, yakni alumni untuk alumni, alumni untuk almamater, serta alumni untuk negara dan bangsa. Penegasan itu disampaikan Sugeng seusai dikukuhkan bersama jajaran pengurus pusat IKA UNJ periode 2026–2030 di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Menurut Sugeng, arah program kerja tersebut akan dirumuskan lebih lanjut dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA UNJ, dengan menitikberatkan pada langkah konkret sekaligus visi jangka panjang organisasi.
“Raker ini diharapkan membahas program-program kerja yang riil, sekaligus melihat ke depan bagaimana UNJ menjadi soko guru keilmuan yang menyangkut berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Sugeng.
Ia menjelaskan, fokus pertama adalah memastikan kehadiran IKA UNJ memberi manfaat langsung bagi para alumni. Organisasi, kata dia, harus menjadi ruang yang relevan dan berdampak bagi seluruh anggotanya.
“Alumni UNJ adalah alumni untuk alumni. Artinya, keberadaan IKA harus betul-betul dirasakan manfaatnya oleh para alumni itu sendiri,” katanya.
Fokus kedua menyasar penguatan hubungan antara alumni dan almamater. Sugeng menilai sinergi tersebut menjadi kunci dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai sumber keilmuan bagi bangsa.
Ia menegaskan, transformasi IKIP menjadi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) tidak mengurangi peran strategis kampus sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan.
“Sampai hari ini, IKIP yang telah berubah menjadi UNJ tetap eksis sebagai sumber keilmuan yang berbakti kepada bangsa dan negara. Kekuatan almamater juga sangat bergantung pada sinergitas dengan alumninya,” ujarnya.
Sugeng menambahkan, alumni memiliki tanggung jawab untuk mendorong UNJ menjadi pusat keunggulan, khususnya di tingkat regional.
“Ke depan, alumni diharapkan dapat membawa almamater menjadi center of excellence di Jakarta,” ucapnya.
Adapun fokus ketiga adalah kontribusi alumni bagi negara dan bangsa. Dalam konteks ini, Sugeng menekankan pentingnya peran alumni dalam menjawab berbagai tantangan nasional. Menurut dia, kampus dan alumninya memiliki posisi strategis dalam memberikan solusi atas persoalan kebangsaan.
“Beban negara saat ini tidak ringan. Karena itu, alumni harus hadir memberikan kontribusi nyata untuk membantu keluar dari berbagai persoalan tersebut, menjadi pelita peradaban,” kata Sugeng.