Mewujudkan Mimpi Kartini Lewat Langkah Nyata Perempuan Berdaya
PANGANDARAN, Semangat emansipasi yang diwariskan Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan dalam kegiatan bertajuk Jejak Kartini, Langkah Perempuan Hari Ini yang digelar di Grand Palma Pangandaran, Selasa (5/4/2026).
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiriadinata, dalam kesempatan tersebut mengutip pemikiran Kartini, “Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya tanpa berhenti menjadi wanita sepenuhnya,” sebagai pengingat bahwa perempuan memiliki ruang yang utuh untuk berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.
Di hadapan ratusan peserta yang terdiri dari Tim Penggerak PKK tingkat kabupaten hingga desa serta sejumlah pimpinan organisasi perempuan, Ida memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi perempuan saat ini. Di antaranya keterbatasan ruang dan peluang, dilema antara karier dan tanggung jawab domestik, ketimpangan akses pendidikan dan ekonomi, serta masih tingginya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Ia juga menyoroti minimnya keterwakilan perempuan dalam posisi strategis dan pengambilan keputusan, serta belum optimalnya pengakuan terhadap nilai ekonomi pekerjaan domestik.
Menurut Ida, kualitas sebuah bangsa tidak dapat dilepaskan dari kualitas keluarga. Sementara itu, keluarga yang berkualitas hanya dapat terwujud melalui kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan. “Perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi di ruang publik, termasuk bekerja dan berkarya. Sebaliknya, pekerjaan domestik bukan semata menjadi tanggung jawab perempuan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir yang setara secara kolektif, dimulai dari penguatan kemandirian dan potensi diri perempuan. Ida menambahkan, perempuan berdaya tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga berperan dalam membentuk generasi masa depan.
“Fondasi keluarga yang kokoh akan berkontribusi pada terwujudnya kedaulatan dan kesejahteraan bangsa,” kata dia.
Menutup paparannya, Ida menegaskan bahwa perempuan hebat bukanlah sosok yang terlahir sempurna, melainkan mereka yang terus bertumbuh dan beradaptasi dengan tantangan zaman. Dalam proses itulah, perempuan turut menentukan arah masa depan generasi berikutnya.